1. POWERBANK
Pergi ke tempat yang jauh atau mau perjalanan panjang pasti kamu perlu perangkat yang satu ini, Powerbank. Pastiin sebelum memulai perjalanan kamu mengisi penuh Powerbank kamu. Butuh Powerbank dengan kapasitas bagaimana bisa kamu sesuaikan dengan kapasitas baterai gadget kamu.2.Kartu SIM Cadangan
Belum tahu kan keadaan sinyal di sana kayak apa, jadi selalu siapin kartu SIM cadangan buat jaga-jaga guna menghubungi orang terdekat.3.Modem
Gak ada salahnya mencoba bawa modem dan beli kartu baru buat digunakan di tempat lain. Selain bisa buat tetap eksis di sosial media, internet yang digunakan bisa untuk memandu GPS di gadget kamu.4.Casing WaterProof
Casing ini bisa melindungi gadget kamu kalau tiba-tiba kehujanan supaya terhindar dari air. Buat kamu yang liburan ke pantai juga bisa menggunakan casing ini sambil berenang.5.Charger
Buat yang liburannya ke negara lain, belilah universal charger karena stop kontak di sana bentuknya berbeda dengan di Indonesia.Jadi gimana rencana liburan kamu, sudah siap buat liburan panjang dan jalan-jalan?
ALEXANDER FIRDAUST. MEDAN. Serangkaian acara telah digelar dalam acara pembukaan Karo Festival 2015
di Lapangan Merdeka (Medan) kemarin [Kamis 27/8]. Diawali dengan Tari
Pengalo-ngalo dimana semua panitia dan para aron menari bersama di
tengah-tengah Lapangan Merdeka. Sesi acara Tari Pengalo-ngalo ini banyak
mengundang perhatian dari media massa, baik media cetak, elektronik,
dan media online.
Selanjutnya Ketua Panitia, Setia Pandia menyampaikan kata sambutan bahwa pegelaran Karo Festival 2015 resmi dibuka.
Acara lain yang turut digelar setelah Karo Festival 2015 resmi dibuka oleh Ketua Panitia, diantaranya adalah pegelaran Tari Lima Serangkai, Tari Gundala-gundala, penampilan artis-artis Karo seperti Maharani Tarigan, Averiana Barus, Elias Purba, Amsal Sitepu, Anta Prima Ginting, dan Tio Fanta Pinem.
Pada hari pertama Karo Festival 2015 ini juga turut menghadirkan pagelaran Tari Ndikkar, dimana penarinya khusus didatangkan dari Desa Budaya Lingga. Selebihnya ada juga penampilan dari Sanggar Seni Simalem Art. Sementara dari sisi musik diiringi oleh musisi muda berbakat Karo seperti Alex Ginting (keyboard), Yoel Yanto Tarigan (keyboard), dan Jhon Tarigan (kulcapi).
Tidak lupa pada acara pembukaan Karo Festival ini turut diketengahkan tari Guro-guro Aron yang dibawakan oleh Aron dari Lingga, Aron dari Kampunglalang, Aron dari Padangbulan, juga Aron dari Deliserdang.
Pembukaan acara Karo Festival 2015 dikunjungi kurang lebih 2500 pengunjung yang didominasi oleh kaula muda. Adapun para pengunjung Karo Festival di hari pertama ini bukan hanya dihadiri oleh kaula muda dari Suku Karo, tetapi juga tampak ada beberapa diantaranya berasal dari kalangan kaula muda etnis lain di Kota Medan.
Pegelaran Karo Festival 2015 masih akan terus berlanjut hingga tanggal 29 Agustus 2015 besok. Kegiatan ini dibuka setiap harinya selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai Pukul 15.00 – 24.00 WIB.
Untuk hari ini [Jumat 28/8], beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan pada Festival Karo 2015, diantaranya Pertunjukan Catur Karo, Tari 5 Serangkai, Penampilan Artis Lokal, Perkolong-kolong, Pertunjukan Tari Roti Manis, dan tari-tarian Karo lainnya yang kesemuanya tidak akan jauh berbeda dengan pada hari pembukaan.
Puncak pagelaran Karo Festival 2015 dipastikan berlangsung besok [Sabtu 19/8] yang berbarengan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut. Pada acara puncak ini juga turut menghadirkan berbagai pegelaran seni dan budaya Karo, sekaligus menampilkan artis nasional Aura Kasih dan Trio Kucing.
sumber :
sorasirulo.com
sinabungjaya.com

Foto: Panggung yang didekor dengan gaya arsitektur tradisional Karo mengingatkan pernah berdirinya di Lapangan Merdeka Medan sebuah bangunan tradisional Karo di awal-awal Kemerdekaan RI. Bangunan Karo yang ditemukan pada tahun 1948 di Lapangan Merdeka adalah Jambur Lige yang mirip Kantor Pengadilan Karo di masa kolonial di Pancurbatu. Adapun Kantor Pengadilan ini meniru bangunan Jambur Lige yang pernah ada di Barusjahe di masa Pre Kolonial, tempat Sibayak Raja Berempat Karo bersidang.
Acara lain yang turut digelar setelah Karo Festival 2015 resmi dibuka oleh Ketua Panitia, diantaranya adalah pegelaran Tari Lima Serangkai, Tari Gundala-gundala, penampilan artis-artis Karo seperti Maharani Tarigan, Averiana Barus, Elias Purba, Amsal Sitepu, Anta Prima Ginting, dan Tio Fanta Pinem.
Pada hari pertama Karo Festival 2015 ini juga turut menghadirkan pagelaran Tari Ndikkar, dimana penarinya khusus didatangkan dari Desa Budaya Lingga. Selebihnya ada juga penampilan dari Sanggar Seni Simalem Art. Sementara dari sisi musik diiringi oleh musisi muda berbakat Karo seperti Alex Ginting (keyboard), Yoel Yanto Tarigan (keyboard), dan Jhon Tarigan (kulcapi).
Tidak lupa pada acara pembukaan Karo Festival ini turut diketengahkan tari Guro-guro Aron yang dibawakan oleh Aron dari Lingga, Aron dari Kampunglalang, Aron dari Padangbulan, juga Aron dari Deliserdang.
Pembukaan acara Karo Festival 2015 dikunjungi kurang lebih 2500 pengunjung yang didominasi oleh kaula muda. Adapun para pengunjung Karo Festival di hari pertama ini bukan hanya dihadiri oleh kaula muda dari Suku Karo, tetapi juga tampak ada beberapa diantaranya berasal dari kalangan kaula muda etnis lain di Kota Medan.
Pegelaran Karo Festival 2015 masih akan terus berlanjut hingga tanggal 29 Agustus 2015 besok. Kegiatan ini dibuka setiap harinya selama 3 hari berturut-turut, yakni mulai Pukul 15.00 – 24.00 WIB.
Untuk hari ini [Jumat 28/8], beberapa kegiatan yang akan diselenggarakan pada Festival Karo 2015, diantaranya Pertunjukan Catur Karo, Tari 5 Serangkai, Penampilan Artis Lokal, Perkolong-kolong, Pertunjukan Tari Roti Manis, dan tari-tarian Karo lainnya yang kesemuanya tidak akan jauh berbeda dengan pada hari pembukaan.
Puncak pagelaran Karo Festival 2015 dipastikan berlangsung besok [Sabtu 19/8] yang berbarengan dengan Pelantikan Pengurus Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumut. Pada acara puncak ini juga turut menghadirkan berbagai pegelaran seni dan budaya Karo, sekaligus menampilkan artis nasional Aura Kasih dan Trio Kucing.
sumber :
sorasirulo.com
sinabungjaya.com

Foto: Panggung yang didekor dengan gaya arsitektur tradisional Karo mengingatkan pernah berdirinya di Lapangan Merdeka Medan sebuah bangunan tradisional Karo di awal-awal Kemerdekaan RI. Bangunan Karo yang ditemukan pada tahun 1948 di Lapangan Merdeka adalah Jambur Lige yang mirip Kantor Pengadilan Karo di masa kolonial di Pancurbatu. Adapun Kantor Pengadilan ini meniru bangunan Jambur Lige yang pernah ada di Barusjahe di masa Pre Kolonial, tempat Sibayak Raja Berempat Karo bersidang.
Cerita Ini Ditulis: Oleh Siska
Kerasaan,11 Agustus 2015
Sudah seminggu ini
dia tampak melintasi jalan depan rumah ku. Kebetulan rumah ku sangat dekat
dengan jalanan aspal kecil tepatnya di GG.Merak No 33.
dreeeeeemmmmm,,,
Suara sepeda motor itu yang selalu terdengar,,,memang agak sedikit berbeda dengan yang lainnya,
sedikit kasar tapi tak menghilangkan suara asli kendaraan itu. Ternyata
sosok lelaki yang hampir setiap hari nya terlihat . mungkin lelaki itu
akan berangkat kerja. Tapi begitu muak aku melihatnya,,haruskah dia yang selalu
melewati dpan rumahku,,?? Sok kegantengan. Kataku benci
Dika,,??!!!
panggil salah seorang, ternyata .Tora yang memanggil lelaki itu..
Tora adalah kenalan
baru ku saat aku mulai menempati rumah ini, yang di beli ayah, setelah ayah
menjual rumah kami di perkotaan. Tora
tinggal di sebelah kanan rumah ku yang berjarak sekitar 300 meter. Tora baik,
suple, humoris, pinter banget ngegombal
Dan Aku Diana,nama simple yang diberi almh nenekku dulu.,.aku cuek,,gak
peduli sama urusan orang lain,lebih suka
suasana tenang dan agak pendiam.
Diana,,??!!!
Lamunan ku terhentak seketika
Panggil ibuku,,yang sedari tadi sedang
menebarkan aroma menggoyangkan lidah dan perut yang di sajikan nya di
dapur
Iyaa bu,,?? Sahutku singkat sambil lari kecil
Ngapain kamu di depan teras dari tadi ?? “ tanya ibu penasaran
Hmmmmmmm,,,,
Baru pengen di bantuin sama anak gadis nya kok malah neng ngarep (
keluarlah bahasa jawa) yang buat aku terbiasa dengan ucapan yang sering aku
dengar itu.
“masih terdiam,,,sambil mengernyatkan dahi”
Tokkkkkk,,,,,,,Adduhhh,,,,,,!!sakit bu.
Kamu sih,,memang nya ibu lagi ngomong sama panci,,,!!!?? kog diam saja.
Hiihiiii,,,
Lagi kepikiran bu. Kepikiran apaan sihh ??? tnya ibu penasaran lagi
Ke..pi...ki...ran,,,,,,,,,
Kalo perut udah bedug magrib bu,,,,ahahahh
Husshhhh,,,kayak orang mau buka puasa aja, bilang nya bedug magrib.
Pura-pura bego aku,,dan untung nya ibu tak jarang mengingat lagi apa
yang aku ucapkan baru saja.
Emmm,,,aromanya buat laper bu. Ya udah makan gih,,ibu berkata
Tapi ini Waktunya ke kampus bu,,,
Pulang aja ya bu Diana makan,diana buru-buru nih. Iya nak,,,hati-hati
di jalan ya “kata ibu”
Ku lihat Jarum jam sudah berputar ke angka 11.30, huhhhh ngantuk dan
selalu ngantuk kalau udah waktunya ngampus, “ kataku dalam hati”
Angkot,,yahh angkot la yang selalu menemani diana ketika
pergi hingga pulang dari kampusnya.tak ada bedanya ketika dia tinggal di rumah
nya yang sekarang telah di tempati orang lain
Kiri bang,,,,,,
Diana awasss,,,,,!!?
Fathan apaan sihh??!!!!!
Kamu hampir ke senggol motor itu. Masa gak liat ???
Emang !!!!!!
Kataku jutek
Kog gak ada makasih-makasih nya??fathan bertanya dengan nada jeles nya
Aku hanya diam,,,itu lah jurus terampuh ku untuk menghindari mantan
yang kasar itu, egois dan over protective.
Langsung saja ku tinggal kan dia
>>
Malam telah tiba dan mulai menyergap tubuhku yang baru saja
se usai mandi dan sedang duduk d dpan teras rumahku
Dan lagi,,lelaki itu tampak dimataku dan,,,,,dan,,,,,,dia malah ada di
hadapan ku
(spot jantung)
“diana ya ??sapa lelaki itu
Apa !! jawabku sinis
Boleh kenalan ?
Enggak !!
Rasa benci yang aku rasain ke dia makin menjadi-jadi aja, padahal
setelah hampir 1 bulan dia mendekatiku ternyata dia baik, murah senyum, dan
emang ganteng sih
Arghhh,,
Ku hapus-hapus wajahku dengan tlapak tangan ku dan aneh nya aku mulai
seperti orang yang sedang kasmaran,,iyahhh seperti orang gila
Wahhh,,
Gak boleh di biarin ne,,
Nanti malah beneran, aku ada feel sama dia
Tapi kan mencintai itu gak ada salah nya. “Kata ku dalam hat”
Semakin lama mengenal dan dekat dengan nya,, semakin la aku mulai
benar-benar jatuh cinta. Bahkan apapun yang orang lain katakan tentang nya, aku
tak peduli. Memang benar kalau pepatah mengatakan “ cinta itu buta”
Benar saja,
Aku selalu mengingatnya, mengenang setiap moment bersamanya walau 1
menit pun aku tak melupakannya begitu saja
Setiap di dekat nya aku merasa dia lah lelaki yang selama ini aku
nanti.
4 bulan telah berlalu aku mengenal nya,,
Mimpi yang aku anggap akan jadi kenyataan sebentar lagi telah membuat aku
semakin ingin hidup kekal, agar dapat bersamanya selamanya
1 minggu dia mulai tak tampak dan jarang sekali ke kediamanku. Aku sms
n telpon dia,,juga tak ada jawban yang berarti.
Aku begitu rindu dengan nya..tapi pikiran ku tetap pada pendirian ku.
Argghh,,,dia tak mungkin macam-macam,
dia tak mungkin pergi meninggalkan ku. Wlaupun akua tau bahwa kami tak ada
hubungan seperti pacaran. Kami hanya seorang manusia yang masing-masing tak
punya pasangan. Hanya itu yang aku tau
Tiba-tiba
Ada seseorang memanggil dari pintu depan rumahku
Permisi,,
Permisi,,
Aku kaget dan cepat-cepat ke depan melihat siapa yang bertamu ke
rumahku.
Iyaaa,,”kataku dengan bibir agak sedikit rapat,,,dan suara yang lembut
sekali,,mungkin krna ku lapar. Pikirku
Maaf,,,
Ini mbak diana bukan ? kata tamu yang aku sendiri juga tak mengenalnya
Bner,,
Mbak siapa ya ?
Saya intan,,,
Tmennya rere,,
Rere siapa ??kata ku yang mulai penasaran dan suara yang lumayan keras
Calon istrinya dika mbak dan saya ingin memberi undangan pernikahan
mereka mbak...
#sontak,,,tubuhku seperti tak bertulang,,,
Semua terasa sakit dan nafasku tak beraturan, tubuh juga menggigil
seperti orang yang sedang merasakan kedinginan yang teramat luar biasa. Tanpa
satu kata pun yang bisa aku lepas dari bibir yang sedari tadi tak ada makan
sama sekali. Rasany terlalu pahit hinggal rasa lapar pun tak lagi terasa
Satu hari kemudian, tepanya malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Dika ke
rumah ku,,padahal sudah lebih dari seminggu dia tak tampak.
Assalamualiakum,,
Walaikumsalam
Dika ??
Raut wajahku tampak sekali bahwa aku sangat sangat
merindukan dia. Aku ingin sekali mengungkapkan perasaan terdalam ini,,,tapi.
Tapi aku ingat wanita yang akan jadi pendamping hidup nya
Heyyy,,,diana
Kamu kenapa ??
kog paranoid gitu ngliat aku ?? tanya dika keheranan
kog paranoid gitu ngliat aku ?? tanya dika keheranan
Ku ulurkan tangan ku tapi entah mengapa tangan ini gemetar, tapi ku
coba untuk kuat di depan nya,,,
“ku ucapkan “ selamat ya,,minggu ini kamu akan menikah dengan wanita
pilihan mu. Tapi,,,,air mata seperti tak bisa terhenti, dia mengalir seperti
air sungai tapi tak begitu deras karena aku tahan dengan rasa sok tegar ku.
“kamu kog nangis din,,,??!!
ada apa?? Kamu ada masalah ??atau aku menyinggung perasaan mu??
ada apa?? Kamu ada masalah ??atau aku menyinggung perasaan mu??
Dika yang begitu pedulinya dengan apa yang aku rasakan,,,tapi tak
begitu peka dengan rasa cinta yang memburu nya selama ini
Dan seketika Aku peluk dia,,erat dan tanpa rasa malu sedikit pun. Walau
sebenarnya apa yang aku lakukan ini tidak pantas, tapi aku tak peduli. Yang aku
tau,,bahwa hari ini bahkan selamanya aku akan tetap jadi seseorang yang selalu
mendampinginya. Rasa semakin ingin memilikinya pun begitu kuat hingga aku tak
ingin melepas pelukan ini,
Tapi tersadar la aku, setelah hampir setengah jam aku memeluknya. Aku
langsung melepaskan pelukan itu dan lari dari hadapan nya. Dika terheran karena
tingkahku begitu aneh, tapi tak lama mungkin dika di panggil Tora, karena suara
Tora jelas terdengar di telingaku saat aku langsung pergi meninggalkan dika ke
kamar tadi.
##
Malam ini,,adalah malam pesta pernikahan Dika dan Rere
Aku seperti wanita terbodoh, jika aku tetap menghadiri pesta itu. Dan
aku seperti wanita tak tau diri, jika aku tak menghadiri pesta pernikahan nya.
Yang ku rasakan saat ini, hatiku seperti pecahan batu yang tak bisa di
satukan kembali, dia mencintai orang lain bahkan malam ini adalah pesta
pernikahan nya. Hal yang selama ini aku lakuin tak berarti baginya,,
Kata kagum dan hati yang telah sepenuhnya mencintainya kini hanya
bualan bibirku saja.do’a yang selalu ku panjatkan, sudah tak ada lagi harapan.
Aku benci dia,,aku benci tuhan, aku benci hidupku dan aku benci
semuanya ...................!!!!!!!!!!!!!
Teriakku,,,
Diana ??
Kamu kenapa nak ???? buka pintu nya,
Diana ?!!! buka nak,buka,,,
Aku tak ingin membuat ibuku panik, perlahan ku sentuh kunci pintu kamarku
dan membukanya.
Tapi,,wajahku begitu lusuh,,seperti pakaian bekas,,
Nak,,kamu kenapa ???
kenapa teriak sekeras itu ? ibu kaget,,
kenapa teriak sekeras itu ? ibu kaget,,
Kalau kamu ada masalah,,kamu cerita.
Ku tatap wajah ibu dan ku lihat mata ibu memerah dan mengeluarkan air
di kedua mata tua nya.
Tapi ku balas pertanyaan ibu dengan senyuman manis,,walaupun aku tak
tau apa senyum ini senyum trakhir yang bisa ku beri untuk ibu, ayah
Kamu terlihat pucat nak,
Wajahmu tampak banyak sekali masalah. Cerita lah sayang, ibu akan setia
mendengarkanmu.
Diana gak kenapa-kenapa bu, diana mau pamit bu, diana pinjam motor ya
??
kamu mau kemana nak ?? biasa juga naek angkot kemana-kemana.ibuku mulai panik
kamu mau kemana nak ?? biasa juga naek angkot kemana-kemana.ibuku mulai panik
diana mau ke rumah bu”de bu, kemarin udah janjian. Kataku singkat tanpa
basa-basi.
Kamu di rumah aja ya nak,,ibu takut. Perasaan ibu serasa gak enak
Bu,,,
Ibu kan pernah bilang, jika kita berhati-hati dan waspada, semua akan
baik-baik saja dan gak ada yang namanya takdir. Karena takdir terjadi hanya
untuk orang yang mudah menyerah. Diana selalu mengingat nasehat ibu yang
ini.ujarku untuk meyakini ibu
Tapi nak,,,,
Bu,,,
Tolong ya,,sehabis ini, diana janji deh gak males bangun pagi, gak
jutek-jutek lagi, dan setiap hari nya kita masak bareng bu.
Pleassssse ???sambil mencium pipi ibu
Ibu diam, mungkin sedang mempertimbangkan nya.
Dan,,,,,,,,,
Ya sudah,,,tapi kamu hati-hati ya nak??
Ingat,,,
Jangan kebut-kebutan
Okeeee bu bossss
Kata ku yang sedaari tadi menutupi kalut di jiwaku.
Aku pergi dan langsung menuju kerumah bu”de ku.
Dalam hati,,( mudah-mudahan bu”de sedang di rumah. Hanya bu”de inah
yang bisa ngertiin aku. Karena ternyata bu”de inah adalah teman dari bu”de nya
dika.
Tinnnnnnnn,,,,,begitu keras sampai aku terkejut.
woyyyyy,,,mau mati !!!!!!!!
sahut seorang pengendara mobil Truck di sebelah kanan ku dengan wajah yang
beringasan. Tapi aku tak peduli, aku hanya diam dan melaju melebihi Truck tadi.
Motorku terus menemani hingga sejam telah berlalu. Rumah Bu”de memang
sedikit jauh,,dan motorku mulai belok tak karuan. Karena menghindari lubang
yang memang lebar dan,,
Aaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Brakkkkkkkk
Semua berantakan dan anak kecil yang entah dari mana tertabrak oleh ku.
Darah bercucuran di kepala anak tersebut, tangan dan kaki sperti
mengalami patah tulang. Karena motorku begitu kencangnya. Orang di sekitar
tampak tak peduli,,dan aku mendekati anak tersebut, walau dengan rasa takut
yang teramat ku coba untuk berani dan akan membawa anak kecil tersebut ke Rumah
sakit.
Ternyata Rumah sakit ada di seberang sana,,,dan segera aku
menggendongnya sambil menyebrangi
Jalan lintas itu dan
Bugggghhhhhhhh,,,,,,,,,,
Tubuh diana dan anak kecil itu terpental hingga sejauh 50 mtr karena
bus itu melaju sangat kencang.
Tubuh mungil dan wajah yang manis di baluti cairan merah kental di sekujur
tubuhnya. Tangan bahkan kaki terpisah tak karuan. Sungguh hal tragis yang
terjadi pada hari itu.
Dan mobil bahkan motor dari arah depan dan belakang saling hantam di
jalan itu. Sebuah kecelakaan massal yang menewaskan 2 orang menjadi 8 orang
terjadi begitu cepat tanpa di sadari.
Pada akhirnya Diana sama sekali tak bisa memiliki Dika. Dika yang telah
menjadi milik orang lain telah bahagia bersama wanita pilihan nya
Dan Diana telah tenang bersama mimpi-mimpi nya, walau tak bisa memiliki
Dika sepenuhnya hingga akhir hidupnya.
Apple akhirnya mengumumkan sistem operasi mobile iOS 9 terbarunya dengan empat sektor peningkatan, yaitu aplikasi baru, Multitasking, Intelligence, dan Foundation dalam keynote di ajang WWDC yang digelar tengah malam tadi.
Aplikasi
Sesuai dengan janjinya untuk fokus pada perbaikan, stabilitas, peningkatan performa, dan keamanan, Apple tak menghadirkan perombakan desain besar-besaran dalam iOS 9, namun mereka menghadirkan satu aplikasi baru dan aplikasi lama dengan fitur dan wajah baru. Adapun aplikasi-aplikasi yang dimaksud mencakup News, Notes, Maps, Wallet, dan CarPlay.News adalah aplikasi baru pengganti Newsstand yang Apple hadirkan di iOS 9. Dari namanya, News merupakan aplikasi agregasi pembaca berita dengan tampilan desain yang sangat menarik dan interaktif. Dengan News, kamu bisa menghimpun sumber berita favorit dalam satu aplikasi berdasarkan topik yang kamu sukai. Sayangnya untuk peluncuran perdananya, aplikasi News ini akan tersedia di 3 negara saja, yaitu AS, Australia, dan Inggris.
Selanjutnya aplikasi yang mendapatkan pembaruan tampilan desain dan fitur adalah aplikasi Notes. Notes di iOS 9 kini hadir dengan fitur yang sangat lengkap, seperti checklist, sketch, dan dukungan sinkronisasi antar perangkat iOS via iCloud. Dengan aplikasi Notes baru, kamu tidak hanya bisa mencatat saja, tapi juga mengambil dan menambahkan foto, peta, alamat situs, dan melakukan coretan gambar atau ide.
Maps di iOS 9 juga hadir dengan fitur baru bernama Transit di mana ia akan menuntun kamu untuk menggunakan transportasi umum dengan menunjukkan jalur atau rute perjalan di beberapa kota tertentu di dunia. Selain itu, Maps baru ini juga dilengkapi dengan fitur Nearby di mana kamu bisa melihat tempat yang ada di sekitar, seperti restoran, toko, dan lainnya.
Ingat dengan aplikasi Passbook buat menyimpan informasi kartu kredit? Nah di iOS 9, Apple sudah mengganti namanya dengan nama baru, yaitu Wallet. Tidak hanya nama saja, ikon aplikasinya juga tampil baru. Fungsi dan fiturnya masih tetap sama seperti Passbook untuk bisa kamu gunakan membayar barang via Apple Pay.
Terakhir aplikasi yang mendapatkan pemutakhiran adalah sistem CarPlay. Di iOS 9, kamu kini bisa menggunakan CarPlay tanpa mengkoneksikan iPhone milikmu dengan kabel Lightning, tapi secara nirkabel jika mobil kamu mendukungnya. Fitur-fitur lain dalam CarPlay adalah memutar pesan audio, bisa dengan knop mobil, mendukung aplikasi bawaan pabrikan mobil.
Fitur Multitasking
Untuk pertama kalinya di iOS 9, Apple memperkenalkan fitur multitasking khusus buat perangkat iPad. Dengan fitur ini, kamu bisa menggunakan dua aplikasi aktif sekaligus di satu layar dengan mudah tanpa meninggalkan aplikasi yang telah kamu buka sebelumnya. Menariknya, fitur Multitasking ini mendukung Split View khusus iPad Air 2 dan fitur Picture in Picture di mana kamu menonton video sambil membalas email.
Siri
Siri di iOS 9 hadir dengan desain baru ala Apple Watch dan fitur pencarian yang lebih pintar. Ketika kamu mencari sesuatu dengannya, Siri akan langsung menampilkan informasi terkait di layar dengan cepat. Siri bahkan mengerti kebiasaan kamu dalam mendengarkan musik. Ketika kamu memasukkan earpod, Siri akan langsung menampilkan lagu untuk diputar.
Kamu juga bisa meminta Siri untuk mencarikan foto atau video berdasarkan tanggal, lokasi, dan nama album. Selain itu ketika membaca email, pesan, atau catatan namun ingin membacanya nanti, kamu bisa meminta Siri membuat pengingatnya.
Siri di iOS 9 juga dilengkapi fitur Proactive yaitu fitur pencarian Spotlight yang lebih pintar pesaing Google Now yang akan menampilkan informasi berdasarkan kebiasaan kamu. Fitur pencarian baru ini terletak di bagian kiri layar tak lagi berada di bagian atas ketika kamu menarik layar di tengah. Apple melengkapinya dengan beragam widget seperti kontak, kalendar, dan lainnya.
Quicktype
Keyboard di perangkat iPad dengan iOS 9 kini hadir dengan fitur Quicktype yang lebih lengkap, seperti tombol cut, paste, copy, bold, italic, underline, dan attachment yang terletak di sebalah kiri dan kanan. Menariknya, tombol tersebut nantinya bisa dikustomisasi untuk mendukung aplikasi pihak ketiga.
Foundation
Fokus utama iOS 9 yang terakhir adalah Foundation yaitu perbaikan dan peningkatan performa sistem agar berjalan lebih cepat, responsif, mudah diupdate, penggunaan baterai yang lebih baik, dan keamanan yang lebih ketat.
Apple mengatakan bahwa performa iOS 9 akan lebih cepat, dan responsif dari iOS 8 berkat penggunaan Metal. Metal akan menggunakan prosesor dan grafis secara efisien sehingga pengoperasaian menjadi lebih halus dan responsif.
Daya tahan baterai di iOS 9 juga kini lebih baik. Apple telah mengefisienkannya dengan mengurangi penggunaan baterai untuk digunakan sistem operasi berkat adanya ambient light dan sensor proximity yang akan secara otomatis mematikan layar ketika perangkat iOS diletakan terbalik.
Ukuran file update iOS 9 juga kini telah dipangkas menjadi hanya 1,3GB saja dari 4,8GB yang ada iOS 8. Sehingga membuat proses update berjalan dengan cepat, mudah, dan efisien.
Terakhir adalah peningkatan di sisi keamanan perangkat iOS 9. Apple menghadirkan fitur kemanaan berlapis di iOS 9 yang akan membuat perangkat milikmu tak dapat diakses oleh orang yang tak bertanggung jawab.
Ketersediaan dan Kompatibilitas
iOS 9 rencananya bakal tersedia buat para pengembang terdaftar mulai hari ini. Namun bagi pengguna biasa, kamu bisa mendapatkan iOS 9 versi beta pada bulan Juli mendatang. Sementara Apple bakal merilis iOS 9 secara resmi pada musim gugur yang tentunya berbarengan dengan peluncuran iPhone generasi mendatang.
Adapun perangkat yang dapat menikmati iOS 9 adalah iPhone 4s, iPhone 5/5c/5s, iPhone 6/6s, iPad 2, iPad mini/mini 2/mini 3, iPad Air/iPad Air 2, serta yang terakhir adalah iPod touch 5th.
Akhir Kata
Walau tak hadir dengan perombakan desain besar-besaran seperti pendahulunya, iOS 9 membawa serangkaian fitur baru yang sangat menarik yang saya dan kamu tentunya sangat harapkan. Fitur-fitur tersebut tak salah lagi membuat iOS 9 tampil menarik di beberapa sisi penting seperti aplikasi, performa, daya tahan baterai, keamanan berlapis.Tulisan ini masih akan berlanjut dengan artikel aplikasi Apple Music yang merevolusi bagaimana musik dikembangkan Apple menjadi sangat interaktif. Nantikan saja kehadirannya.
Saya cukup takjub dengan fitur-fitur yang ada dalam iOS 9, terutama fitur Siri dan multitasking yang tampaknya akan lebih memudahkan saya dalam bekerja dengan menggunakan iPad. Saya jelas menyukai iOS 9 yang baru ini. Bagaimana dengan kamu?
Saat aku berbaring di tempat tidurku,pikiranku selalu tertuju pada seorang wanita yang selama ini selalu mewarnai hari hariku, tapi dia bukan pacarku? dia hanya temanku, tapi aku menyayanginya melebihi rasa sayang sebenarnya kepada seorang teman,aku gak tahu perasaan apa yang sebenarnya aku rasakan dalam diriku,aku selalu berusaha memberi yang terbaik buatnya,aku selalu ingin senyuman termanis lah yang terukir di bibirnya,aku gak mau melihat setetes air mata membasahi pipinya.aku pernah nyatakan perasaan kalau aku cinta padanya, tapi dia tidak mencintai aku,pernah juga aku berniat meninggalkan nya dan menjauhi dirinya,tapi aku seperti terperangkap dalam lingkaran labirin perasaanku sendiri,aku gak mampu, keluar dari perasaan ini, inikah cinta? jika benar ini cinta, kenapa tidak semanis apa yang teman temanku katakan, tapi jika ini bukan cinta,tapi kenapa sangat sulit bagiku untuk melepaskan nya dan pergi menjauh meninggalkannya.Aku Laki-laki,tapi kenapa aku begitu lemah jika berbicara tentang perasaan.
Sejenak aku pejamkan mataku, dan bayanganmu yang terlihat dalam mimpiku, hatiku bergejolak didalam perasaan yang gak jelas adanya.mungkin aku memang pecundang, dan aku juga bukan pemenang, apa yang aku perjuangkan selama ini, tidak pernah engkau hargai,apa yang selama ini aku lakukan, tidak pernah ternilai di matamu.jika memang engkau tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan, tolong bebaskan aku, dari perasaan ini, lepaskan aku dari setiap belenggu belenggu rasa ini. aku tersiksa disini, terjebak didalam hatimu, hati yang sebenarnya bukan untukku.
Aku juga ingin merasakan rasa cinta yang tulus,bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan, aku butuh cinta yang bisa memberi semangat buatku membangun masa depan, aku lelah memperjuangkanmu, semua yang aku ucapkan, yang aku anggap terbaik untukmu,tidak pernah kau dengarkan sama sekali, tidak pernah bisa mencairkan hatimu yang membeku.
Kanker terjadi saat sel-sel dalam tubuh membelah diri diluar kendali. Sel-sel abnormal ini kemudian menyerang jaringan terdekat, atau berpindah ke daerah yang jauh dengan cara masuk ke dalam pembuluh darah atau sistem limpatik.
Agar tubuh manusia berfungsi secara normal, setiap organ tubuh harus memiliki sejumlah sel tertentu. Sel-sel ini dalam sebagian besar organ, memiliki usia yang pendek, dan untuk menjaga fungsi tubuh, sel-sel ini harus digantikan melalui proses pembelahan sel.
Ini adalah salah satu sebab mengapa manfaat daun sirsak sangat fenomenal di dunia termasuk di Indonesia yang kaya tumbuhan herbal. Bagaimana cara kerjanya agar dapat membasmi dan fight terhadap kanker ?
Daun sirsak dapat menghambat sel kanker dan menyembuhkan kanker lebih cepat dan efektif daripada kemoterapi yang menghasilkan beberapa efek samping selain biaya yang sangat mahal. Bahkan, penelitian telah membuktikan bahwa sirsak memiliki bahan aktif yang 10,000 kali lebih kuat dari kemoterapi dalam melawan sel-sel kanker. Dengan demikian, daun sirsak dapat mengobati berbagai jenis kanker termasuk prostat, paru-paru dan kanker payudara.
Cara Penggunaan
Untuk pengobatan, merebus 10 daun sirsak dalam 3 gelas air hingga menjadi hanya satu gelas, saring dan dinginkan lalu minum ramuan ini setiap pagi selama 3-4 minggu untuk melihat efek perbaikan kondisi anda. Daun sirsak sebagai pengobatan kanker adalah salah satu obat yang paling ampuh sampai saat ini.
Manfaat sirsak (buah dan daun) dalam memerangi kanker sangat besar sekali yang membuatnya telah digunakan lebih dari 40 tahun untuk informasi ini.
sumber : www.parkwaycancercentre.com
www.manfaat.co.id
Pagi ini, aku bangun gak seperti hari biasanya. Mataku terbuka tanpa aku
mendengar suara alarm handphoneku yang sebelumnya tak pernah nihil
untuk membangunkanku tiap pagi dan kulihat handphone mungilku masih
tergeletak di samping bantal. Namun kupikir itu gak jadi masalah,
soalnya aku masih bisa bangun tepat waktu. Cepat-cepat kusingkapkan
selimutku dan segera melipatnya dengan rapi dan akupun segera beranjak
ke kamar mandi. Selesai mandi, aku segera mengenakan seragam putih
abu-abu’ku dan setelah itu aku beranjak ke rak sepatu dan segera memakai
sepatu hitam bertali lengkap dengan kaos kaki putih.
Setelah persiapanku selesai, akupun keluar dari kamar. Kuturuni anak-anak tangga yang menghubungkan lantai atas dengan lantai bawah. “Aneh!!!”, pikirku dalam hati. Mulai kapan suasana rumahku jadi sunyi seperti saat ini???
“maaa….”, panggilku memecah kesunyian rumahku. Namun tak ada jawaban sama sekali. “Mungkin mama sedang pergi ke pasar.”, gumamku. Kucoba untuk memanggil papaku,mungkin papa belum berangkat ke kantor pikirku.
“paaa…papa…”,tak ada jawaban yang kudengar. “Apakah semuanya sedang tidak ada di rumah?”,gumamku lagi.
Lalu aku pun duduk di kursi meja makan dan kulihat tak ada satupun lembaran roti tawar dan selai coklat kesukaanku terletak di meja makan, tak seperti hari-hari biasanya. “ Apa mama terlalu sibuk hari ini sampe ‘ nggak nyiapin sarapan buat aku?”, gumamku yang masih heran dengan keadaan pagi ini. Namun sulit juga dipertanyakan, karena tak ada seorangpun yang bisa kucerca dengan berbagai pertanyaan dariku. Segera kuambil tas dan map plastik bergambar micky mouse yang sudah kusiapkan dan kuletakkan di atas ranjangku. Kemudian aku siap untuk berangkat sekolah seperti biasanya, meski tanpa aku berpamitan kepada papa dan mama. Segera aku menuju ke garasi dan kilihat mobil jazz putihku tak ada di tempat. Aku pun jadi bingung. “Kemana mobilku? Apa dipinjem papa? Tapi kok gak bilang ya?”, batinku dalam hati.Aaah, ya udah’lah, naek angkot juga bisa..
***
“Sopir angkot tu pada buta kali ya? Ada penumpang kok malah ngeloyor aja!! Udah panas-panas gini.”, gerutuku sambil mengusap keringat yang mulai membasahi keningku. ( Maklum gak pernah naek angkot,jeeng..!! hahaha..:-D). Namun tak berapa lama datang Tante Rina, tetanggaku, dan kusapa beliau, “ Tante”, sambil kubuka bibirku untuk menampilkan senyum manisku (Gula aja kalah manis...:-D). Namun tak kusangka, Tante Rina yang biasanya ramah sama aku, justru berbalik 180°. Tak ada jawaban satu kata pun darinya, senyum pun tak ada. Justru ia sibuk dengan handphonenya. Sepertinya handphonenya masih baru, mungkin karena itu Tante Rina jadi super cuek sama aku. Tapi ya sudahlah, kumaklumi. Dan aku konsentrasi lagi untuk menyegat angkot dan mulai melambai-lambaikan tanganku dengan gemulai. Setelah tiga angkot yang lewat tanpa mempedulikanku, akupun mulai menyerah. “Sulit banget sih nyegat angkot?!?!..”, gumamku dengan dongkol sambil mengusap dahi yang sudah berkeringat sebesar jagung. Kemudian kulihat Tante Rina melambaikan tangan untuk menyegat angkot dan angkot pun berhenti. Sesaat kupikir, “kenapa ya? Apa sopir-sopir angkot ne pilih-pilih kalo cari penumpang? Giliran Tante Rina aja yang nyegat,langsung berenti. Boro-boro aku, malah gak ada yang mau berenti”. Tapi ya sudahlah, kalu begini aku juga dapet untungnya. Akupun naik ke dalam angkot yang berwana biru itu. Aku sengaja duduk di sisi dekat pintu, karena aku suka mabok darat kalau naik angkot. Hehehe. Kulihat Tante Rina duduk di sisi pojok angkot dengan masih asyik sama handphone barunya dan sekali-sekali juga telepon. Jadinya kutahan mulut ini untuk menyapanya hingga mengganggu aktivitasnya dengan handphone baru tersebut. Hingga akhirnya sampailah di depan sekolahku dan akupun turun.
Kelas sepi banget, hampir semua teman-teman satu kelas tidak masuk dan yang ada hanya Sella, Risa, Dian, dan Oza serta aku yang duduk sendiri di baris ketiga dari depan dan berjarak agak jauh dari yang lainnya. Sengaja aku duduk berjauhan dari mereka, soalnya aku memang gak terlalu suka dengan mereka yang sok kaya dan hobbynya yang cuma shopping..shopping…dan shopping.. Tapi ya udah deh, biarin aja... Bel awal pelajaran pun berbunyi dan kulihat dari jendela terlihat Pak Danu menuju ke kelas. Dan sesampainya di kelas..
“ Assalamualaikum, anak- anak. Pagi ini suasana kelas sangat sepi ya. Mungkin lagi berduka semua akan kepergian teman kalian.”, sapa Pak Danu sambil meletakkan map serta buku-buku yang dibawanya ke atas meja.
“ Berduka karna siapa, Pak?”, tanyaku penasaran. Namun tak ada jawaban. Pak Danu justru mengajak berdoa untuk mengawali pelajaran.
“ Sialan!! Kok gak ada yang bilang sih kalo sekarang ini ada mbolos massal?!?!?”, celotehku kesal sambil menyalin tulisan Pak Danu di papan tulis. Di lain sisi, akupun juga memperhatikan Sella yang tak tahu kenapa hari ini terlihat murung ataupun sedih, begitupun dengan tiga sahabatnya. Akupun bertanya-tanya dalam hati, “kenapa tu anak-anak shopaholic mukanya pada sedih gitu ya?”, lalu “ mau nanya, males aahhh..biarin deh, emang aku pikirin.” . Kembali aku konsen untuk menulis catatanku lagi.
***
Pulang sekolah akupun berniat untuk mampir ke rumah Rizal, pacarku yang sudah mendampingi aku kurang lebih 3 tahun. Usianya memang cukup tua dibandingkan aku, kita terpaut usia 6 tahun. Namun bagiku itu tak jadi masalah, yang terpenting adalah ketulusan cintanya ke aku dan papa serta mama pun mendukung hubungan kami. Justru papa dan mama menyarankan agar Rizal segera menikahiku saat usiaku sudah 21 tahun, kira-kira masih 3 tahun lagi. Alasan yang sering dikemukakan adalah takut Rizalnya jadi tambah tua.Hahahaha…:-D
Akupun naik angkot lagi menuju rumah Rizal. Rasanya panas banget di dalam angkot meskipun hanya aku saja penumpang yang tertinggal satu-satunya di dalam angkot. Segera kuambil satu buah buku tulis yang lumayan tipis dan mulai kukipas-kipaskan ke wajahku untuk mengatasi suhu panas yang ada di dalam angkot ini. “ Gara-gara mobilku pake ng’ilang segala sih, jadi panas-panasan gini deh”, omelku.
Di perjalanan, ada satu hal yang menarik perhatianku. Setelah angkot yang kutumpangi melewati kantor polisi yang tidak jauh dari rumah Rizal, terlihat ada mobil yang kondisinya rusak banget plus peyok, “kayak’nya mobil ini baru kecelakaan deh, parah banget tuh sampai rusak berat gitu”, pikirku. Namun setelah kuterawang lebih jelas, mobil itu hampir sama dengan mobil yang biasa kukendarai kemanapun aku pergi. Mobil itu berwarna dasar putih, sama seperti kepunyaanku. Hanya saja mobil itu memiliki bercak-bercak coklat bekas cipratan lumpur dan ada sedikit bercak-bercak berwarna merah gelap hampir serupa dengan bekas darah yang telah mengering. Namun segera ku hilangkan pikiran itu karena aku sudah sampai di tempat tujuan.
Aku pun melompat dari angkot gila itu. “ Emang sopir angkot edaaan, gak lulus ujian SIM kali ya”, celotehku sambil membersihkan rok abu-abuku yang sedikit kotor gara-gara aku terjatuh pada saat turun dari angkot. Habisnya aku sudah bilang buat berhenti, tapi sopirnya tetep aja kenceng, akhirnya aku lompat deh. Tapi ada untungnya juga, aku jadi gak usah bayar.Hehehehehe….:-)
Gerbang putih yang sudah kusam itu terkunci dengan gembok berukuran sedang. “Tumben-tumbennya ne pager digembok. Apa Rizal lagi pergi kali ya?!?! Tapi kok gak sms aku sih?”, bisikku dalam hati. Aah ya sudah, lebih baik aku pulang ke rumah. “Mungkin jalan kaki lebih baik”, pikirku sambil bebalik meninggalkan rumah Rizal yang terlihat sepi.
***
Langkah menuju rumah pun udah gak seberapa jauh, kira-kira delapan rumah lagilah aku bisa sampai di depan rumah. Kupercepat langkahku karena aku sudah tak sabar untuk sampai di rumah. Tubuh yang sudah penuh dengan keringat serta tenggorokan yang mulai membutuhkan cairan pun semakin tak sabar untuk segera melepas semua kostum pelajarku dan mengisi mulutku dengan air putih yang segar. Namun kecepatan langkahku semakin berkurang. Kulihat banyak mobil dan sepeda motor yang terpakir tidak beraturan di pinggir jalan depan rumah.” Ada apa ya?”, tanyaku heran.
Entah kenapa hatiku serasa dag..dig..dug..saat aku melihat bendera putih berpalang hitam berkibar di atas pagar rumahku. Namun langkahku pun semakin cepat hingga kakiku telah melangkah masuk ke dalam pagar dan melihat banyak orang berkumpul di rumahku. “ Ada apa ini?”, tanyaku dengan perasaan yang tak karuan sambil melihat sekelilingku. Semua wajah hanya kaku tanpa ekspresi yang menunjukkan senyum yang berarti. Justru ekspresi sedih yang hanya ditampakkan. Kulihat Rani dan hampir semua temanku ada di sisi samping halaman rumahku. Kuhampiri mereka. “ Ran, ada apa ini? Siapa yang meninggal?”, tak ada jawaban sepatah katapun dari bibirnya yang tertutup rapat dengan wajah yang ditundukkan ke bawah.” Raaann..Kamu jawab dong..”,pintaku dengan mata yang mulai panas, entah karena apa.
Kupejamkan mataku sesaat untuk menetralkan keadaan mataku. Saat ku buka mataku kembali, kulihat Rizal duduk di sudut belakang halaman rumahku. Terlihat dari jauh bahwa ia sangat sedih. Kuhampiri Rizal dan semakin jelas di mataku bagaimana keadaan Rizal saat ini. Mata yang memiliki bulu mata yang lentik itupun mengeluarkan air matanya dengan deras hingga pipinya yang menggemaskan itu basah. Akupun merasa mataku kembali merasa panas karena melihat Rizal dengan keadaan seperti ini. Segera kuletakkan tas dan mapku disamping pot bunga bougenvil dan aku segera duduk disampingnya. “ Sayang, kenapa kamu nangis?”, tanyaku dengan suara yang agak sedikit bergetar. Tak ada jawaban sedikitpun dari bibirnya justru tangisnya yang semakin menderu.”Sayang..ada apa ini? Jawab dong, jangan bikin aku penasaran.”, tanyaku lagi dengan mata yang udah meneteskan air mata tanpa bias kubendung lagi dan ku sentuh tangan Rizal. Tapiii..
“ Tuhan, kenapa aku? Di mana ragaku? Kenapa aku gak bias menyetuhnya.”, rintihku sambil berdiri, kutinggalkan Rizal sendiri dan berjalan ke dalam rumah. Terlihat Papa sedang memeluk mama yang ternyata sejak tadi sudah menangis dan sesekali kulihat juga jatuh pingsan. Kulihat disisi kiri ruang tamu dan ternyata ada sesosok tubuh kaku berselimutkan kain putih, gadis yang malang. Tak lain itu adalah tubuhku. Ragaku telah mati dan jiwaku tak dapat lagi menghidupkannya. Kuhampiri ragaku dan tersungkur aku disisinya. “ Kini, aku tak lagi bisa membahagiakan papa sama mama. Aku tak lagi bisa mewujudkan mimpiku untuk menikah dan mendampingi Rizal serta menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku. Tuhan mengapa ini terjadi?”, tangisku membahana seluruh alam yang tak tahu harus kunamakan alam apa.
***
Teringat kejadian tadi pagi. Pagi-pagi benar sekitar pukul 04.00, aku bangun dan segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu, segera ku berganti pakaian dengan t-shirt bergambar Donal Bebek, tokoh kartun kesayanganku dan celana selutut berwarna hitam. Tak lupa kukenakan sepatu olahragaku yang berwarna putih bervariasi dengan warna biru laut.
Tepat pukul 04.30, aku segera menuju garasi dan segera menghidupkan mobil jazz putihku dan pergi ke rumah Rizal. Pagi ini, aku memang punya janji untuk berolahraga pagi ke alun-alun kota, seperti hari-hari biasanya. Tak tahu kenapa ada sesuatu yang aneh terjadi pada mobil yang kukendarai ini. Dan setelah kusadari ternyata rem mobil’lu blong. Akupun panik, aku tak tahu harus bertindak apa?
“ Tuhan, tolong aku!!!!”, jeritku dalam kekalutanku di dalm mobil.
Namun dari arah berlawanan, kulihat sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi, akupun tak bisa menghindarinya. Akupun tertabrak. Entah bagaimana keadaanku selanjutnya. Yang kutahu, kini aku telah pergi untuk selama-lamanya. Meski aku telah tiada di dunia, tapi aku percaya. Aku akan tetap hidup di hati keluargaku dan di hati Rizal.
SELAMAT TINGGAL…
Setelah persiapanku selesai, akupun keluar dari kamar. Kuturuni anak-anak tangga yang menghubungkan lantai atas dengan lantai bawah. “Aneh!!!”, pikirku dalam hati. Mulai kapan suasana rumahku jadi sunyi seperti saat ini???
“maaa….”, panggilku memecah kesunyian rumahku. Namun tak ada jawaban sama sekali. “Mungkin mama sedang pergi ke pasar.”, gumamku. Kucoba untuk memanggil papaku,mungkin papa belum berangkat ke kantor pikirku.
“paaa…papa…”,tak ada jawaban yang kudengar. “Apakah semuanya sedang tidak ada di rumah?”,gumamku lagi.
Lalu aku pun duduk di kursi meja makan dan kulihat tak ada satupun lembaran roti tawar dan selai coklat kesukaanku terletak di meja makan, tak seperti hari-hari biasanya. “ Apa mama terlalu sibuk hari ini sampe ‘ nggak nyiapin sarapan buat aku?”, gumamku yang masih heran dengan keadaan pagi ini. Namun sulit juga dipertanyakan, karena tak ada seorangpun yang bisa kucerca dengan berbagai pertanyaan dariku. Segera kuambil tas dan map plastik bergambar micky mouse yang sudah kusiapkan dan kuletakkan di atas ranjangku. Kemudian aku siap untuk berangkat sekolah seperti biasanya, meski tanpa aku berpamitan kepada papa dan mama. Segera aku menuju ke garasi dan kilihat mobil jazz putihku tak ada di tempat. Aku pun jadi bingung. “Kemana mobilku? Apa dipinjem papa? Tapi kok gak bilang ya?”, batinku dalam hati.Aaah, ya udah’lah, naek angkot juga bisa..
***
“Sopir angkot tu pada buta kali ya? Ada penumpang kok malah ngeloyor aja!! Udah panas-panas gini.”, gerutuku sambil mengusap keringat yang mulai membasahi keningku. ( Maklum gak pernah naek angkot,jeeng..!! hahaha..:-D). Namun tak berapa lama datang Tante Rina, tetanggaku, dan kusapa beliau, “ Tante”, sambil kubuka bibirku untuk menampilkan senyum manisku (Gula aja kalah manis...:-D). Namun tak kusangka, Tante Rina yang biasanya ramah sama aku, justru berbalik 180°. Tak ada jawaban satu kata pun darinya, senyum pun tak ada. Justru ia sibuk dengan handphonenya. Sepertinya handphonenya masih baru, mungkin karena itu Tante Rina jadi super cuek sama aku. Tapi ya sudahlah, kumaklumi. Dan aku konsentrasi lagi untuk menyegat angkot dan mulai melambai-lambaikan tanganku dengan gemulai. Setelah tiga angkot yang lewat tanpa mempedulikanku, akupun mulai menyerah. “Sulit banget sih nyegat angkot?!?!..”, gumamku dengan dongkol sambil mengusap dahi yang sudah berkeringat sebesar jagung. Kemudian kulihat Tante Rina melambaikan tangan untuk menyegat angkot dan angkot pun berhenti. Sesaat kupikir, “kenapa ya? Apa sopir-sopir angkot ne pilih-pilih kalo cari penumpang? Giliran Tante Rina aja yang nyegat,langsung berenti. Boro-boro aku, malah gak ada yang mau berenti”. Tapi ya sudahlah, kalu begini aku juga dapet untungnya. Akupun naik ke dalam angkot yang berwana biru itu. Aku sengaja duduk di sisi dekat pintu, karena aku suka mabok darat kalau naik angkot. Hehehe. Kulihat Tante Rina duduk di sisi pojok angkot dengan masih asyik sama handphone barunya dan sekali-sekali juga telepon. Jadinya kutahan mulut ini untuk menyapanya hingga mengganggu aktivitasnya dengan handphone baru tersebut. Hingga akhirnya sampailah di depan sekolahku dan akupun turun.
Kelas sepi banget, hampir semua teman-teman satu kelas tidak masuk dan yang ada hanya Sella, Risa, Dian, dan Oza serta aku yang duduk sendiri di baris ketiga dari depan dan berjarak agak jauh dari yang lainnya. Sengaja aku duduk berjauhan dari mereka, soalnya aku memang gak terlalu suka dengan mereka yang sok kaya dan hobbynya yang cuma shopping..shopping…dan shopping.. Tapi ya udah deh, biarin aja... Bel awal pelajaran pun berbunyi dan kulihat dari jendela terlihat Pak Danu menuju ke kelas. Dan sesampainya di kelas..
“ Assalamualaikum, anak- anak. Pagi ini suasana kelas sangat sepi ya. Mungkin lagi berduka semua akan kepergian teman kalian.”, sapa Pak Danu sambil meletakkan map serta buku-buku yang dibawanya ke atas meja.
“ Berduka karna siapa, Pak?”, tanyaku penasaran. Namun tak ada jawaban. Pak Danu justru mengajak berdoa untuk mengawali pelajaran.
“ Sialan!! Kok gak ada yang bilang sih kalo sekarang ini ada mbolos massal?!?!?”, celotehku kesal sambil menyalin tulisan Pak Danu di papan tulis. Di lain sisi, akupun juga memperhatikan Sella yang tak tahu kenapa hari ini terlihat murung ataupun sedih, begitupun dengan tiga sahabatnya. Akupun bertanya-tanya dalam hati, “kenapa tu anak-anak shopaholic mukanya pada sedih gitu ya?”, lalu “ mau nanya, males aahhh..biarin deh, emang aku pikirin.” . Kembali aku konsen untuk menulis catatanku lagi.
***
Pulang sekolah akupun berniat untuk mampir ke rumah Rizal, pacarku yang sudah mendampingi aku kurang lebih 3 tahun. Usianya memang cukup tua dibandingkan aku, kita terpaut usia 6 tahun. Namun bagiku itu tak jadi masalah, yang terpenting adalah ketulusan cintanya ke aku dan papa serta mama pun mendukung hubungan kami. Justru papa dan mama menyarankan agar Rizal segera menikahiku saat usiaku sudah 21 tahun, kira-kira masih 3 tahun lagi. Alasan yang sering dikemukakan adalah takut Rizalnya jadi tambah tua.Hahahaha…:-D
Akupun naik angkot lagi menuju rumah Rizal. Rasanya panas banget di dalam angkot meskipun hanya aku saja penumpang yang tertinggal satu-satunya di dalam angkot. Segera kuambil satu buah buku tulis yang lumayan tipis dan mulai kukipas-kipaskan ke wajahku untuk mengatasi suhu panas yang ada di dalam angkot ini. “ Gara-gara mobilku pake ng’ilang segala sih, jadi panas-panasan gini deh”, omelku.
Di perjalanan, ada satu hal yang menarik perhatianku. Setelah angkot yang kutumpangi melewati kantor polisi yang tidak jauh dari rumah Rizal, terlihat ada mobil yang kondisinya rusak banget plus peyok, “kayak’nya mobil ini baru kecelakaan deh, parah banget tuh sampai rusak berat gitu”, pikirku. Namun setelah kuterawang lebih jelas, mobil itu hampir sama dengan mobil yang biasa kukendarai kemanapun aku pergi. Mobil itu berwarna dasar putih, sama seperti kepunyaanku. Hanya saja mobil itu memiliki bercak-bercak coklat bekas cipratan lumpur dan ada sedikit bercak-bercak berwarna merah gelap hampir serupa dengan bekas darah yang telah mengering. Namun segera ku hilangkan pikiran itu karena aku sudah sampai di tempat tujuan.
Aku pun melompat dari angkot gila itu. “ Emang sopir angkot edaaan, gak lulus ujian SIM kali ya”, celotehku sambil membersihkan rok abu-abuku yang sedikit kotor gara-gara aku terjatuh pada saat turun dari angkot. Habisnya aku sudah bilang buat berhenti, tapi sopirnya tetep aja kenceng, akhirnya aku lompat deh. Tapi ada untungnya juga, aku jadi gak usah bayar.Hehehehehe….:-)
Gerbang putih yang sudah kusam itu terkunci dengan gembok berukuran sedang. “Tumben-tumbennya ne pager digembok. Apa Rizal lagi pergi kali ya?!?! Tapi kok gak sms aku sih?”, bisikku dalam hati. Aah ya sudah, lebih baik aku pulang ke rumah. “Mungkin jalan kaki lebih baik”, pikirku sambil bebalik meninggalkan rumah Rizal yang terlihat sepi.
***
Langkah menuju rumah pun udah gak seberapa jauh, kira-kira delapan rumah lagilah aku bisa sampai di depan rumah. Kupercepat langkahku karena aku sudah tak sabar untuk sampai di rumah. Tubuh yang sudah penuh dengan keringat serta tenggorokan yang mulai membutuhkan cairan pun semakin tak sabar untuk segera melepas semua kostum pelajarku dan mengisi mulutku dengan air putih yang segar. Namun kecepatan langkahku semakin berkurang. Kulihat banyak mobil dan sepeda motor yang terpakir tidak beraturan di pinggir jalan depan rumah.” Ada apa ya?”, tanyaku heran.
Entah kenapa hatiku serasa dag..dig..dug..saat aku melihat bendera putih berpalang hitam berkibar di atas pagar rumahku. Namun langkahku pun semakin cepat hingga kakiku telah melangkah masuk ke dalam pagar dan melihat banyak orang berkumpul di rumahku. “ Ada apa ini?”, tanyaku dengan perasaan yang tak karuan sambil melihat sekelilingku. Semua wajah hanya kaku tanpa ekspresi yang menunjukkan senyum yang berarti. Justru ekspresi sedih yang hanya ditampakkan. Kulihat Rani dan hampir semua temanku ada di sisi samping halaman rumahku. Kuhampiri mereka. “ Ran, ada apa ini? Siapa yang meninggal?”, tak ada jawaban sepatah katapun dari bibirnya yang tertutup rapat dengan wajah yang ditundukkan ke bawah.” Raaann..Kamu jawab dong..”,pintaku dengan mata yang mulai panas, entah karena apa.
Kupejamkan mataku sesaat untuk menetralkan keadaan mataku. Saat ku buka mataku kembali, kulihat Rizal duduk di sudut belakang halaman rumahku. Terlihat dari jauh bahwa ia sangat sedih. Kuhampiri Rizal dan semakin jelas di mataku bagaimana keadaan Rizal saat ini. Mata yang memiliki bulu mata yang lentik itupun mengeluarkan air matanya dengan deras hingga pipinya yang menggemaskan itu basah. Akupun merasa mataku kembali merasa panas karena melihat Rizal dengan keadaan seperti ini. Segera kuletakkan tas dan mapku disamping pot bunga bougenvil dan aku segera duduk disampingnya. “ Sayang, kenapa kamu nangis?”, tanyaku dengan suara yang agak sedikit bergetar. Tak ada jawaban sedikitpun dari bibirnya justru tangisnya yang semakin menderu.”Sayang..ada apa ini? Jawab dong, jangan bikin aku penasaran.”, tanyaku lagi dengan mata yang udah meneteskan air mata tanpa bias kubendung lagi dan ku sentuh tangan Rizal. Tapiii..
“ Tuhan, kenapa aku? Di mana ragaku? Kenapa aku gak bias menyetuhnya.”, rintihku sambil berdiri, kutinggalkan Rizal sendiri dan berjalan ke dalam rumah. Terlihat Papa sedang memeluk mama yang ternyata sejak tadi sudah menangis dan sesekali kulihat juga jatuh pingsan. Kulihat disisi kiri ruang tamu dan ternyata ada sesosok tubuh kaku berselimutkan kain putih, gadis yang malang. Tak lain itu adalah tubuhku. Ragaku telah mati dan jiwaku tak dapat lagi menghidupkannya. Kuhampiri ragaku dan tersungkur aku disisinya. “ Kini, aku tak lagi bisa membahagiakan papa sama mama. Aku tak lagi bisa mewujudkan mimpiku untuk menikah dan mendampingi Rizal serta menjadi ibu yang baik bagi anak-anakku. Tuhan mengapa ini terjadi?”, tangisku membahana seluruh alam yang tak tahu harus kunamakan alam apa.
***
Teringat kejadian tadi pagi. Pagi-pagi benar sekitar pukul 04.00, aku bangun dan segera menuju ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi. Setelah itu, segera ku berganti pakaian dengan t-shirt bergambar Donal Bebek, tokoh kartun kesayanganku dan celana selutut berwarna hitam. Tak lupa kukenakan sepatu olahragaku yang berwarna putih bervariasi dengan warna biru laut.
Tepat pukul 04.30, aku segera menuju garasi dan segera menghidupkan mobil jazz putihku dan pergi ke rumah Rizal. Pagi ini, aku memang punya janji untuk berolahraga pagi ke alun-alun kota, seperti hari-hari biasanya. Tak tahu kenapa ada sesuatu yang aneh terjadi pada mobil yang kukendarai ini. Dan setelah kusadari ternyata rem mobil’lu blong. Akupun panik, aku tak tahu harus bertindak apa?
“ Tuhan, tolong aku!!!!”, jeritku dalam kekalutanku di dalm mobil.
Namun dari arah berlawanan, kulihat sebuah truk melaju dengan kecepatan tinggi, akupun tak bisa menghindarinya. Akupun tertabrak. Entah bagaimana keadaanku selanjutnya. Yang kutahu, kini aku telah pergi untuk selama-lamanya. Meski aku telah tiada di dunia, tapi aku percaya. Aku akan tetap hidup di hati keluargaku dan di hati Rizal.
SELAMAT TINGGAL…
Washington, - Seorang anak laki-laki berumur 11 tahun di Detroit, Amerika Serikat didakwa atas pembunuhan terkait penembakan seorang bocah berusia 3 tahun.
Pelaku menembak bocah laki-laki berumur 3 tahun itu di bagian wajah. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Insiden itu terjadi pada Senin, 3 Agustus waktu setempat seperti diberitakan Detroit News dan media lainnya.
Menurut media CBS Detroit seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/8/2015), polisi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, kedua anak laki-laki itu awalnya sedang bermain-main dengan senjata api tersebut.
Menurut jaksa wilayah Wayne County, Kym Worthy, pelaku sedang berkunjung ke rumah ayahnya di bagian timur Detroit ketika dia menemukan pistol di lemari kamar. Bocah 11 tahun itu pun melemparkan pistol tersebut ke luar jendela kamar, lalu memungutnya.
Diterangkan Worthy, setelah itu dia membawa pistol tersebut masuk ke dalam kendaraan yang diparkir. Korban juga berada di dalam mobil tersebut. Tak lama kemudian, bocah 11 tahun itu menembak korban.
"Sangat disayangkan dan sangat tragis," kata Worthy seraya menolak berkomentar lebih jauh dengan alasan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Pelaku menembak bocah laki-laki berumur 3 tahun itu di bagian wajah. Korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Insiden itu terjadi pada Senin, 3 Agustus waktu setempat seperti diberitakan Detroit News dan media lainnya.
Menurut media CBS Detroit seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (6/8/2015), polisi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, kedua anak laki-laki itu awalnya sedang bermain-main dengan senjata api tersebut.
Menurut jaksa wilayah Wayne County, Kym Worthy, pelaku sedang berkunjung ke rumah ayahnya di bagian timur Detroit ketika dia menemukan pistol di lemari kamar. Bocah 11 tahun itu pun melemparkan pistol tersebut ke luar jendela kamar, lalu memungutnya.
Diterangkan Worthy, setelah itu dia membawa pistol tersebut masuk ke dalam kendaraan yang diparkir. Korban juga berada di dalam mobil tersebut. Tak lama kemudian, bocah 11 tahun itu menembak korban.
"Sangat disayangkan dan sangat tragis," kata Worthy seraya menolak berkomentar lebih jauh dengan alasan kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Aku telah menyatakan perasaan kepada seorang wanita. Perasaan yang
selama ini melekat erat di hati kecilku, perasaan yang selama ini terus
menghantuiku apabila tak dapat kuungkapkan.Awalnya, aku sama sekali tidak meyakini hal ini akan terjadi. Dia tidak menerimaku menjadi kekasihnya dan hanya menganggap aku adalah sahabatnya,bukan seorang kekasih yang seperti yang aku harapkan,
Malam itu adalah malam yang paling kelam yang dirasakan Abi,sebab malam itu adalah malam yang diharapkan nya jadi malam yang paling indah dalam hidupnya,tapi kenyataan berkata lain,Ibarat seperti mimpi buruk, Abi yang sejak awal sangat ceria, berubah jadi pendiam, karena hatinya seperti hancur remuk berkeping keping,
Cha..?? kenapa kamu tidak menerima aku jadi kekasih hatimu? "Tanya Abi pada Icha penasaran?
Maaf Bi..? Aku gak bisa, sedikitpun aku gak pernah ada rasa cinta padamu..
Ya Apa alasannya? tanya Abi yang semakin penasaran,
Ada alasannya Bi, yang gak bisa aku kasih tau kamu..?
Jujur aku juga sayang padamu,tapi hanya sebatas sahabat bukan pacar?
Ya Apa..?? Karena Aku bertindik, karena Tampangku slengekan, iya..? karena aku tidak setampan manta mantamu iya..??
Tapi Icha Diam saja dan tak menjawab satu pun pertanyaan yang di lontarkan Abi pada dirinya..??
Abi lalu beranjak dari kursinya, dan meninggalkan Icha sendirian duduk di teras rumah Icha.
oke baiklah, makasih ya atas jawabannya? Abi lalu pergi meninggalkan rumah icha,
Semenjak kejadian itu Abi dan Icha tidak lagi saling berkomunikasi seperti biasanya, dan mereka saling diam sampai 3 bulan lamanya, Entah apa alasannya, mereka menyimpan alasan itu didalam hati mereka masing masing.
Hingga pada suatu hari Abi datang menghampiri Icha. Hey... Sapa Abi kepada Icha..?? Icha kaget lalu memeluk Abi,"Abi kenapa selalu diam saat ketemu Icha? tanya Icha kepada Abi,
lalu Abi melepas pelukan Icha,
aku mau kamu terbiasa aja hidup tanpa aku, aku kan bukan siapa siapa kamu, dan mungkin juga emang gak berarti apa-apa buat kamu, Jawab Abi,Sambil tersenyum.
Tapi kan...??
Abi langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Icha..
Seribu tanya terukir di benak Icha, Apa yang terjadi pada Abi..??
Kenapa Hanya itu yang dia ucapkan?
dan akhirnya Icha benar benar kehilangan Abi, 10 tahun lebih setelah hari itu, Icha tidak pernah lagi mendapat kabar Abi,apalagi bertemu dengan Abi, hatinya kini benar benar kesepian, merindukan sosok Abi, sosok yang selama ini selalu ada untuknya,selalu ada menghapus air matanya, selalu ada mengukirkan senyum dan tawa di bibirnya. Dan kini baru Icha baru menyadarinya bahwa cinta Abi untuk nya adalah Cinta yang Tulus, tapi percuma, kini hanya Icha sendiri yang merasakannya sebab Abi kini telah pergi meninggalkan nya, ntah pergi kemana Icha Pun tak tahu. Icha menyesal pernah menyianyiakan orang yang benar benar mencintainya. Icha hanya menangis sambil berharap Abi kembali lagi menemui dirinya.Abi tidak akan tahu lagi,kalau dirinya kini telah benar benar mencintai dirinya.












