SERPIHAN HATI YANG KUBAWA MATI
Cerita Ini Ditulis: Oleh Siska
Kerasaan,11 Agustus 2015
Sudah seminggu ini
dia tampak melintasi jalan depan rumah ku. Kebetulan rumah ku sangat dekat
dengan jalanan aspal kecil tepatnya di GG.Merak No 33.
dreeeeeemmmmm,,,
Suara sepeda motor itu yang selalu terdengar,,,memang agak sedikit berbeda dengan yang lainnya,
sedikit kasar tapi tak menghilangkan suara asli kendaraan itu. Ternyata
sosok lelaki yang hampir setiap hari nya terlihat . mungkin lelaki itu
akan berangkat kerja. Tapi begitu muak aku melihatnya,,haruskah dia yang selalu
melewati dpan rumahku,,?? Sok kegantengan. Kataku benci
Dika,,??!!!
panggil salah seorang, ternyata .Tora yang memanggil lelaki itu..
Tora adalah kenalan
baru ku saat aku mulai menempati rumah ini, yang di beli ayah, setelah ayah
menjual rumah kami di perkotaan. Tora
tinggal di sebelah kanan rumah ku yang berjarak sekitar 300 meter. Tora baik,
suple, humoris, pinter banget ngegombal
Dan Aku Diana,nama simple yang diberi almh nenekku dulu.,.aku cuek,,gak
peduli sama urusan orang lain,lebih suka
suasana tenang dan agak pendiam.
Diana,,??!!!
Lamunan ku terhentak seketika
Panggil ibuku,,yang sedari tadi sedang
menebarkan aroma menggoyangkan lidah dan perut yang di sajikan nya di
dapur
Iyaa bu,,?? Sahutku singkat sambil lari kecil
Ngapain kamu di depan teras dari tadi ?? “ tanya ibu penasaran
Hmmmmmmm,,,,
Baru pengen di bantuin sama anak gadis nya kok malah neng ngarep (
keluarlah bahasa jawa) yang buat aku terbiasa dengan ucapan yang sering aku
dengar itu.
“masih terdiam,,,sambil mengernyatkan dahi”
Tokkkkkk,,,,,,,Adduhhh,,,,,,!!sakit bu.
Kamu sih,,memang nya ibu lagi ngomong sama panci,,,!!!?? kog diam saja.
Hiihiiii,,,
Lagi kepikiran bu. Kepikiran apaan sihh ??? tnya ibu penasaran lagi
Ke..pi...ki...ran,,,,,,,,,
Kalo perut udah bedug magrib bu,,,,ahahahh
Husshhhh,,,kayak orang mau buka puasa aja, bilang nya bedug magrib.
Pura-pura bego aku,,dan untung nya ibu tak jarang mengingat lagi apa
yang aku ucapkan baru saja.
Emmm,,,aromanya buat laper bu. Ya udah makan gih,,ibu berkata
Tapi ini Waktunya ke kampus bu,,,
Pulang aja ya bu Diana makan,diana buru-buru nih. Iya nak,,,hati-hati
di jalan ya “kata ibu”
Ku lihat Jarum jam sudah berputar ke angka 11.30, huhhhh ngantuk dan
selalu ngantuk kalau udah waktunya ngampus, “ kataku dalam hati”
Angkot,,yahh angkot la yang selalu menemani diana ketika
pergi hingga pulang dari kampusnya.tak ada bedanya ketika dia tinggal di rumah
nya yang sekarang telah di tempati orang lain
Kiri bang,,,,,,
Diana awasss,,,,,!!?
Fathan apaan sihh??!!!!!
Kamu hampir ke senggol motor itu. Masa gak liat ???
Emang !!!!!!
Kataku jutek
Kog gak ada makasih-makasih nya??fathan bertanya dengan nada jeles nya
Aku hanya diam,,,itu lah jurus terampuh ku untuk menghindari mantan
yang kasar itu, egois dan over protective.
Langsung saja ku tinggal kan dia
>>
Malam telah tiba dan mulai menyergap tubuhku yang baru saja
se usai mandi dan sedang duduk d dpan teras rumahku
Dan lagi,,lelaki itu tampak dimataku dan,,,,,dan,,,,,,dia malah ada di
hadapan ku
(spot jantung)
“diana ya ??sapa lelaki itu
Apa !! jawabku sinis
Boleh kenalan ?
Enggak !!
Rasa benci yang aku rasain ke dia makin menjadi-jadi aja, padahal
setelah hampir 1 bulan dia mendekatiku ternyata dia baik, murah senyum, dan
emang ganteng sih
Arghhh,,
Ku hapus-hapus wajahku dengan tlapak tangan ku dan aneh nya aku mulai
seperti orang yang sedang kasmaran,,iyahhh seperti orang gila
Wahhh,,
Gak boleh di biarin ne,,
Nanti malah beneran, aku ada feel sama dia
Tapi kan mencintai itu gak ada salah nya. “Kata ku dalam hat”
Semakin lama mengenal dan dekat dengan nya,, semakin la aku mulai
benar-benar jatuh cinta. Bahkan apapun yang orang lain katakan tentang nya, aku
tak peduli. Memang benar kalau pepatah mengatakan “ cinta itu buta”
Benar saja,
Aku selalu mengingatnya, mengenang setiap moment bersamanya walau 1
menit pun aku tak melupakannya begitu saja
Setiap di dekat nya aku merasa dia lah lelaki yang selama ini aku
nanti.
4 bulan telah berlalu aku mengenal nya,,
Mimpi yang aku anggap akan jadi kenyataan sebentar lagi telah membuat aku
semakin ingin hidup kekal, agar dapat bersamanya selamanya
1 minggu dia mulai tak tampak dan jarang sekali ke kediamanku. Aku sms
n telpon dia,,juga tak ada jawban yang berarti.
Aku begitu rindu dengan nya..tapi pikiran ku tetap pada pendirian ku.
Argghh,,,dia tak mungkin macam-macam,
dia tak mungkin pergi meninggalkan ku. Wlaupun akua tau bahwa kami tak ada
hubungan seperti pacaran. Kami hanya seorang manusia yang masing-masing tak
punya pasangan. Hanya itu yang aku tau
Tiba-tiba
Ada seseorang memanggil dari pintu depan rumahku
Permisi,,
Permisi,,
Aku kaget dan cepat-cepat ke depan melihat siapa yang bertamu ke
rumahku.
Iyaaa,,”kataku dengan bibir agak sedikit rapat,,,dan suara yang lembut
sekali,,mungkin krna ku lapar. Pikirku
Maaf,,,
Ini mbak diana bukan ? kata tamu yang aku sendiri juga tak mengenalnya
Bner,,
Mbak siapa ya ?
Saya intan,,,
Tmennya rere,,
Rere siapa ??kata ku yang mulai penasaran dan suara yang lumayan keras
Calon istrinya dika mbak dan saya ingin memberi undangan pernikahan
mereka mbak...
#sontak,,,tubuhku seperti tak bertulang,,,
Semua terasa sakit dan nafasku tak beraturan, tubuh juga menggigil
seperti orang yang sedang merasakan kedinginan yang teramat luar biasa. Tanpa
satu kata pun yang bisa aku lepas dari bibir yang sedari tadi tak ada makan
sama sekali. Rasany terlalu pahit hinggal rasa lapar pun tak lagi terasa
Satu hari kemudian, tepanya malam hari sekitar pukul 20.00 WIB. Dika ke
rumah ku,,padahal sudah lebih dari seminggu dia tak tampak.
Assalamualiakum,,
Walaikumsalam
Dika ??
Raut wajahku tampak sekali bahwa aku sangat sangat
merindukan dia. Aku ingin sekali mengungkapkan perasaan terdalam ini,,,tapi.
Tapi aku ingat wanita yang akan jadi pendamping hidup nya
Heyyy,,,diana
Kamu kenapa ??
kog paranoid gitu ngliat aku ?? tanya dika keheranan
kog paranoid gitu ngliat aku ?? tanya dika keheranan
Ku ulurkan tangan ku tapi entah mengapa tangan ini gemetar, tapi ku
coba untuk kuat di depan nya,,,
“ku ucapkan “ selamat ya,,minggu ini kamu akan menikah dengan wanita
pilihan mu. Tapi,,,,air mata seperti tak bisa terhenti, dia mengalir seperti
air sungai tapi tak begitu deras karena aku tahan dengan rasa sok tegar ku.
“kamu kog nangis din,,,??!!
ada apa?? Kamu ada masalah ??atau aku menyinggung perasaan mu??
ada apa?? Kamu ada masalah ??atau aku menyinggung perasaan mu??
Dika yang begitu pedulinya dengan apa yang aku rasakan,,,tapi tak
begitu peka dengan rasa cinta yang memburu nya selama ini
Dan seketika Aku peluk dia,,erat dan tanpa rasa malu sedikit pun. Walau
sebenarnya apa yang aku lakukan ini tidak pantas, tapi aku tak peduli. Yang aku
tau,,bahwa hari ini bahkan selamanya aku akan tetap jadi seseorang yang selalu
mendampinginya. Rasa semakin ingin memilikinya pun begitu kuat hingga aku tak
ingin melepas pelukan ini,
Tapi tersadar la aku, setelah hampir setengah jam aku memeluknya. Aku
langsung melepaskan pelukan itu dan lari dari hadapan nya. Dika terheran karena
tingkahku begitu aneh, tapi tak lama mungkin dika di panggil Tora, karena suara
Tora jelas terdengar di telingaku saat aku langsung pergi meninggalkan dika ke
kamar tadi.
##
Malam ini,,adalah malam pesta pernikahan Dika dan Rere
Aku seperti wanita terbodoh, jika aku tetap menghadiri pesta itu. Dan
aku seperti wanita tak tau diri, jika aku tak menghadiri pesta pernikahan nya.
Yang ku rasakan saat ini, hatiku seperti pecahan batu yang tak bisa di
satukan kembali, dia mencintai orang lain bahkan malam ini adalah pesta
pernikahan nya. Hal yang selama ini aku lakuin tak berarti baginya,,
Kata kagum dan hati yang telah sepenuhnya mencintainya kini hanya
bualan bibirku saja.do’a yang selalu ku panjatkan, sudah tak ada lagi harapan.
Aku benci dia,,aku benci tuhan, aku benci hidupku dan aku benci
semuanya ...................!!!!!!!!!!!!!
Teriakku,,,
Diana ??
Kamu kenapa nak ???? buka pintu nya,
Diana ?!!! buka nak,buka,,,
Aku tak ingin membuat ibuku panik, perlahan ku sentuh kunci pintu kamarku
dan membukanya.
Tapi,,wajahku begitu lusuh,,seperti pakaian bekas,,
Nak,,kamu kenapa ???
kenapa teriak sekeras itu ? ibu kaget,,
kenapa teriak sekeras itu ? ibu kaget,,
Kalau kamu ada masalah,,kamu cerita.
Ku tatap wajah ibu dan ku lihat mata ibu memerah dan mengeluarkan air
di kedua mata tua nya.
Tapi ku balas pertanyaan ibu dengan senyuman manis,,walaupun aku tak
tau apa senyum ini senyum trakhir yang bisa ku beri untuk ibu, ayah
Kamu terlihat pucat nak,
Wajahmu tampak banyak sekali masalah. Cerita lah sayang, ibu akan setia
mendengarkanmu.
Diana gak kenapa-kenapa bu, diana mau pamit bu, diana pinjam motor ya
??
kamu mau kemana nak ?? biasa juga naek angkot kemana-kemana.ibuku mulai panik
kamu mau kemana nak ?? biasa juga naek angkot kemana-kemana.ibuku mulai panik
diana mau ke rumah bu”de bu, kemarin udah janjian. Kataku singkat tanpa
basa-basi.
Kamu di rumah aja ya nak,,ibu takut. Perasaan ibu serasa gak enak
Bu,,,
Ibu kan pernah bilang, jika kita berhati-hati dan waspada, semua akan
baik-baik saja dan gak ada yang namanya takdir. Karena takdir terjadi hanya
untuk orang yang mudah menyerah. Diana selalu mengingat nasehat ibu yang
ini.ujarku untuk meyakini ibu
Tapi nak,,,,
Bu,,,
Tolong ya,,sehabis ini, diana janji deh gak males bangun pagi, gak
jutek-jutek lagi, dan setiap hari nya kita masak bareng bu.
Pleassssse ???sambil mencium pipi ibu
Ibu diam, mungkin sedang mempertimbangkan nya.
Dan,,,,,,,,,
Ya sudah,,,tapi kamu hati-hati ya nak??
Ingat,,,
Jangan kebut-kebutan
Okeeee bu bossss
Kata ku yang sedaari tadi menutupi kalut di jiwaku.
Aku pergi dan langsung menuju kerumah bu”de ku.
Dalam hati,,( mudah-mudahan bu”de sedang di rumah. Hanya bu”de inah
yang bisa ngertiin aku. Karena ternyata bu”de inah adalah teman dari bu”de nya
dika.
Tinnnnnnnn,,,,,begitu keras sampai aku terkejut.
woyyyyy,,,mau mati !!!!!!!!
sahut seorang pengendara mobil Truck di sebelah kanan ku dengan wajah yang
beringasan. Tapi aku tak peduli, aku hanya diam dan melaju melebihi Truck tadi.
Motorku terus menemani hingga sejam telah berlalu. Rumah Bu”de memang
sedikit jauh,,dan motorku mulai belok tak karuan. Karena menghindari lubang
yang memang lebar dan,,
Aaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Brakkkkkkkk
Semua berantakan dan anak kecil yang entah dari mana tertabrak oleh ku.
Darah bercucuran di kepala anak tersebut, tangan dan kaki sperti
mengalami patah tulang. Karena motorku begitu kencangnya. Orang di sekitar
tampak tak peduli,,dan aku mendekati anak tersebut, walau dengan rasa takut
yang teramat ku coba untuk berani dan akan membawa anak kecil tersebut ke Rumah
sakit.
Ternyata Rumah sakit ada di seberang sana,,,dan segera aku
menggendongnya sambil menyebrangi
Jalan lintas itu dan
Bugggghhhhhhhh,,,,,,,,,,
Tubuh diana dan anak kecil itu terpental hingga sejauh 50 mtr karena
bus itu melaju sangat kencang.
Tubuh mungil dan wajah yang manis di baluti cairan merah kental di sekujur
tubuhnya. Tangan bahkan kaki terpisah tak karuan. Sungguh hal tragis yang
terjadi pada hari itu.
Dan mobil bahkan motor dari arah depan dan belakang saling hantam di
jalan itu. Sebuah kecelakaan massal yang menewaskan 2 orang menjadi 8 orang
terjadi begitu cepat tanpa di sadari.
Pada akhirnya Diana sama sekali tak bisa memiliki Dika. Dika yang telah
menjadi milik orang lain telah bahagia bersama wanita pilihan nya
Dan Diana telah tenang bersama mimpi-mimpi nya, walau tak bisa memiliki
Dika sepenuhnya hingga akhir hidupnya.



0 comments